Rabu, 28 Desember 2016

MasyaAllah. . Kaka Beradik Ini Terpaksa Berjualan Semut Untuk Menyambung Hidup, Netizen Pun Bertindak . .



Idealnya usia anak-anak adalah masa untuk bermain dan belajar. Tapi pada kenyataannya nggak semua anak-anak bisa merasakan hal tersebut. Seperti kakak beradik Andi Setiawan dan Rudi Margono asal Cilacap, Jawa Tengah ini membuat netizen iba. Cerita tersebut pertama kali dipost oleh tetangganya yang bernama Aqilla Azahra pada 25 Oktober.
Lewat status Facebooknya, Aqilla menulis seperti berikut ini,

    Ini tetangga aku, dari kecil sudah yatim piatu, waktu kecil dia diasuh neneknya. Tapi sekarang neneknya sudah meninggal, dia sekarang hidup berdua dengan adiknya. Dia mengalami kecelakaan 1 januari 2015, untuk kesehariannya dia mengandalkan adiknya mencari kroto (semut kecil).

    Teman-teman mohon doanya, semoga dilancarkan rezekinya. Dimudahkan jalan hidupnya serta diberikan kesabaran dalam menjalani hidupnya, amin.

    Nama dia: Andi Setiawan dan adiknya Rudi Margono
    Alamat:Jl. Jeruk Manis, Kedawung, RT 04/ RW 01, Keroya, Cilacap, Jawa Tengah.

    Sayangnya, Aqilla tidak berani mencantumkan nomor rekeningnya untuk membantu menyalurkan bantuan kepada kakak beradik tersebut.

    “Maaf bukannya saya ga mau bantu, tapi saya takut nanti ada yang salah paham sama saya. Saya takut disalah artikan. Ini anak yatim piatu, jika saya sampai ngga amanah, beban akherat saya berat,” kilahnya.

    andi & rudi

    Alhasil, banyak netizen yang menyarankan agar Andi atau Rudi dibuatkan rekening. Sayangnya keduanya belum mempunyai Kartu Tanda Penduduk alias KTP. Aqila juga menandaskan bahwa akta kelahirannyapun sepertinya tidak ada. Jadi, tidak bisa membuat rekening untuk tabungan khusus anak.

    Beruntungnya, setelah sehari setelah postingan tersebut menjadi viral, Dinas Sosial pun langsung turun tangan dan memberikan respons secara tepat. Berita ini berdasarkan update dari grup Jaringan Informasi Publik Cilacap.

    andi & rudi

    Lewat Dinas Sosial, kakak beradik ini mendapatkan bantuan seperti, handphone, uang, serta sembako. Selain itu, pihak pemerintah juga menawarkan kursus selama enam bulan buat Rudi Margono di Jakarta. Setelah itu, dia akan disalurkan untuk bekerja sesuai dengan skillnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar